RSS
 

jangan takut terlambat apa-apa

06 Jul

“Dan, besok si X tunangan lho”, “Dan, si Y sudah punya anak 2 lho”, ” Dan, bantu aku cari kreditan rumah di Jogja ya”, “Eh aku habis beli Downtube Nova lho”, “Tau ga kemarin si Pak X pake Innova baru lho”, ” Dan mbakyumu ngirin duit nggo Bapak 1juta”, ” Dan, kapan kuwe merrid?” ” Kamu cepet sekolah ambil S1 aja trus nanti lanjut pake beasiswa or masuk ke DIV aja…” “Dan, habis ini kamu mau beli apa?”

Begitulah, penggalan pertanyaan dan berita dari teman-teman maupun keluarga yang datang silih berganti mengisi pikiran. Entah, dari dulu rasanya saya masih stagnan di level ini saja. Hidup di Jogja masih bergelar diploma, berstatus lajang belum menikah dengan uang pas-pas an, belum punya duit ratusan buat beli rumah, downtuba nova, collossus atau bahkan mengirim ke rekening Bapak buat cicilan BRI setiap bulannya. Saya sering merasa kalah dalam taraf kehidupan, saat dulu saya sudah punya pacar dan teman baik saya masih berstatus bujang. Lalu tiba-tiba teman saya berstatus engaged atau married sedang saya masih berstatus pacar atau belum menikah.

 

Hidup memang ajaib penuh dengan kejutan di sana sini. Saat saya masih asyik maen sana-sini, banyak teman baik saya seakan sudah menjalani arti kehidupan mapan dan punya suami ataupun istri. Saat saya masih belajar banyak hal lewat bantuan simbah Google, teman saya sudah bisa setir mobil harrier atau sudah bergelar doktor dari Jerman. Hidupku rasanya stagnan.

Lalu, kuputar jarum tanganku berharap waktu bisa kuperlambat 2tahun dari sekarang. Saat pikiran masih tidak se-koyok sekarang. Ah, rasanya hidup memang tanpa beban. Kulihat mesin jahit Bapak di rumah, rasanya memang dia tidak pernah berubah. Hanya harga kain dan tetek bengeknya saja yang semakin bertambah. Lalu, mengapa saya harus takut tertinggal atau terlambat punya apa-apa?

Read the rest of this entry »

 
14 Comments

Posted in curhat

 

kata-kata bapak……………

14 Apr

Pagi itu aku meluapkan emosiku. Sedikit menahan tetes-tetes kesedihan besar yang selama ini menggayuhi langkahku. Bagiku Jogja tidak memberi kebahagian dalam paruh perjalanan kedewasaan ini. Terduduk aku menghadap bapak dan ibu menggelar seakan sidang intern di ruang tamu. “Dani pengen cari kerjaan baru, menjadi PNS itu membosankan sangat menjemukan. Kalau masalah gaji saja yang dipertahankan, lalu dimana letak kebahagiaan. Aku jemu hanya duduk dan menanti gaji di awal bulan….” Begitulah penggalan luapan kesedihan besar yang menggelutiku.

Sudah kutebak, bapak ibuku menentang keras keinginanku. Mereka menganggap aku benar-benar akan resign dari status PNS ini. Perdebatan pun mulai memanas. Dengan sedikit ketus kuutarakan kesedihan besarku selama ini. “Kalau jadi PNS itu hanya sekedar gengsi untuk menaikkan status keluarga berarti itu bukan kebahagiaan untukku. Saya pengen bekerja, maju dan terus maju bukan hanya duduk internetan.  Aku bosan bekerja dengan sistem feodal dengan orang-orang tua yang sangat membosankan. Tidak ada kata maju di sana, aku hanya akan tenggelam dalam kebutaan berstatus Pegawai Negeri….” Kulihat ibuku mulai menahan tangis, raut lelahnya mulai terlukis mengisyaratkan bahwa aku putri terkeras kepala yang dia punyai.

Luapan kesedihan besar mulai merambah kekesedihan lainnya. Ibuku telah memberi label padaku akibat kelalaianku sembahyang dan berpuasa. Ibuku berpikir yang lebih sering mendeskritkan aku tentang aku dan agama. “Kamu ini mbok lebih ingat Allah, sholatmu ditegakkan, sering lupa jadi kayak gini pikirannya. Pikiranmu iki aneh kayak cah cilik. Ibuk aneh kuwe duwe pikiran koyo ngene iki….”

Kutegaskan pada ibuku, layaknya sidang dimana tiap orang berhak berkata benar, ingin mulai mengajak berdiskusi ibuku bahwasanya saya bisa berpikir lebih dewasa melebihi yang beliau perkirakan. “Buk, ini fokus ke kerjaan bukan ke masalah agama. Kalo ngomonge kayak gini terus, ujungujungnya mung beralih ke dekritisasi aku ini lalai beribadah….” Debatpun tak ujung dan tak bertepi.

Bapakku mulai mengambil peran dalam sidang. “Dan, bapak wes tau ngalami sing tok alami. Sabar, sabar, sabar…. Bapak mesti ngelingke ben sabar. Ujian iki iso dianggep kanugrahan nak kuwe iso maknai hakikate. Elingo pesen Bapak, sabar prihatin lan nyukuri sing diparingi Gusti Pangeran. Ngibadahmu sing lalai bapak yo maklumi, kuwi tahapan nggo luwih ngenal sing gawe urip…….” Begitulah penggalan pesan Bapak untukku. Tak banyak bicara namun setidaknya aku lebih dapat memahaminya.

“Bapak rewangi prihatin, poso, donga lan ngamal…..Bapak dongake kuwe kui dadi anak sing sholeh. Nak duwe gegayuhan lakokno lakune bapak, insyaAllah Gusti Pangeran ngekeki 1000 dalan. Dalan sing ra mbok nyono-nyono, gegayuhanmu ra mesti kemrungsung tok turuti…….” Kalimat bapak mencairkan kesedihan besarku. Aku tahu, penggalan kalimat itu bermakna lebih dari yang aku sendiri mampu resapi. Beliau sangat mendukung dengan kemandirian yangg kumiliki dan sepenuhnya meridhoi yang kupilih, namun bukan berarti dengan meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi luapan doa setiap orangtua untuk putrinya yang keras kepala. Lalu kusodorkan beberapa proposal kehidupan ke depan untuk di ACC dan ditandai sebagai suatu bentuk kesepahaman.

Kalimat bapak bagian termahal dari perjalanan hidupku. Lebih mahal dari gaji manapun dari pekerjaan apapun, karena rasa syukur adalah bagian termahal dari torehan kehidupan, dan sekuat apapun keinginan harus diimbangi dengan kebijaksanaan dan kesabaran.

Kata-kata Bapak adalah 1 dari 1000 jalan menuju apa yang memang sedang kuinginkan…..


[untuk Bapak utusan Kebijaksanaan Sang Kuasa, dan Ibu yang melahirkan putri yang keras kepala]

 
 

100 cara untuk bahagia, 101 cara untuk tidak bahagia

07 Apr

100 Cara Bahagia

aih aih aih menghilang bertahuntahun……..kemana aja mbok? *ditaplok*. Keasyikan hobi baru bersepeda, jadi lupa punya buku yang patut diisi. Ngambil tema gampang aja deh buat pembuka, mumpung otak baru loading 5% dari kecepatan normal (padahal maksimal cuman 7%).

Senin lalu iseng nonton jazz di kotabaru (yogyakarta_red), bersama teman-teman sepedaan yang kebetulan pas hari itu bertepatan dengan milad saya seperempat abad. Si makhluk aneh memberiku sebuah buku sebagai kado ulang tahun seperempat abad. Buku ini dapat dilihat di cover sebelah. Buku ini ditulis oleh DR.Timoty J. Sharp, setebal 215 halaman. Iseng punya iseng, si makhluk aneh bersimpati terhadap kondisi psikisku yang selalu mengeluh atas ketidakbahagiaan. Ada 100 Cara Bahagia Bagi Orang Sibuk.

Cukup bagus tips-tips yang diusulkan di buku itu. Dalam kondisi psikis normal, inti dari buku bisa berdampak positif terhadap perkembangan jiwa dan raga. Resep bahagia itu ada di diri kita sendiri yaitu bersyukur, kepercayaan diri, Read the rest of this entry »

 
11 Comments

Posted in Berbagi

 

Why Life Is Wonderful?

09 Nop

It takes a crane to build a crane
It takes two floors to make a storie
It takes an egg to make a hen
It takes a hen to make an egg
There is no end to what I’m saying

It takes a thought to make a word
And it takes some words to make an action
And it takes some work to make it work
It takes some good to make it hurt
It takes some bad for satisfaction

And it takes a day to make you young brother
And it takes some old to make you young
It takes some cold to know the sun
It takes the one to have the other

And it takes no time to fall in love
But it takes you years to know what love is Read the rest of this entry »

 
8 Comments

Posted in Berbagi

 

Hate of Love

20 Mei

I hate being in love. I hate feeling so happy when I meet you. Smiling shyly, awkwardly, with my heart beating so fast, cold hands, and cold sweat on my back. I hate being next to you, looking for a million sentences to make you laugh and smile.

I hate reading your messages in my inbox. I hate the way I need so much time to reply, erasing it over and over again, thinking about it word by word. I hate falling in love, all the details I say, write, and send to you becomes so important. I hate being in this position but I just can’t help it, can’t I?

I hate thinking about you before I sleep and feeling something move inside my heart, spreading all over my body, making me feel so anxious. I hate spending an entire night just thinking about you.

I hate imagining how your face looks like right now, how you smile, what you’re doing… I hate being so worried when I know you caught a cold…

I hate liking you. Because I’d have to look for small mistakes in you. Mistakes that I look for desperately because I’d hate to know that you could be perfect, you could be flawless, and that I might have fallen for you…

I hate being in love, especially to you. Because in this overwhelming feeling, behind the urge to be with you, my heart struggles and explodes slowly.