RSS
 

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

kata-kata bapak……………

14 Apr

Pagi itu aku meluapkan emosiku. Sedikit menahan tetes-tetes kesedihan besar yang selama ini menggayuhi langkahku. Bagiku Jogja tidak memberi kebahagian dalam paruh perjalanan kedewasaan ini. Terduduk aku menghadap bapak dan ibu menggelar seakan sidang intern di ruang tamu. “Dani pengen cari kerjaan baru, menjadi PNS itu membosankan sangat menjemukan. Kalau masalah gaji saja yang dipertahankan, lalu dimana letak kebahagiaan. Aku jemu hanya duduk dan menanti gaji di awal bulan….” Begitulah penggalan luapan kesedihan besar yang menggelutiku.

Sudah kutebak, bapak ibuku menentang keras keinginanku. Mereka menganggap aku benar-benar akan resign dari status PNS ini. Perdebatan pun mulai memanas. Dengan sedikit ketus kuutarakan kesedihan besarku selama ini. “Kalau jadi PNS itu hanya sekedar gengsi untuk menaikkan status keluarga berarti itu bukan kebahagiaan untukku. Saya pengen bekerja, maju dan terus maju bukan hanya duduk internetan.  Aku bosan bekerja dengan sistem feodal dengan orang-orang tua yang sangat membosankan. Tidak ada kata maju di sana, aku hanya akan tenggelam dalam kebutaan berstatus Pegawai Negeri….” Kulihat ibuku mulai menahan tangis, raut lelahnya mulai terlukis mengisyaratkan bahwa aku putri terkeras kepala yang dia punyai.

Luapan kesedihan besar mulai merambah kekesedihan lainnya. Ibuku telah memberi label padaku akibat kelalaianku sembahyang dan berpuasa. Ibuku berpikir yang lebih sering mendeskritkan aku tentang aku dan agama. “Kamu ini mbok lebih ingat Allah, sholatmu ditegakkan, sering lupa jadi kayak gini pikirannya. Pikiranmu iki aneh kayak cah cilik. Ibuk aneh kuwe duwe pikiran koyo ngene iki….”

Kutegaskan pada ibuku, layaknya sidang dimana tiap orang berhak berkata benar, ingin mulai mengajak berdiskusi ibuku bahwasanya saya bisa berpikir lebih dewasa melebihi yang beliau perkirakan. “Buk, ini fokus ke kerjaan bukan ke masalah agama. Kalo ngomonge kayak gini terus, ujungujungnya mung beralih ke dekritisasi aku ini lalai beribadah….” Debatpun tak ujung dan tak bertepi.

Bapakku mulai mengambil peran dalam sidang. “Dan, bapak wes tau ngalami sing tok alami. Sabar, sabar, sabar…. Bapak mesti ngelingke ben sabar. Ujian iki iso dianggep kanugrahan nak kuwe iso maknai hakikate. Elingo pesen Bapak, sabar prihatin lan nyukuri sing diparingi Gusti Pangeran. Ngibadahmu sing lalai bapak yo maklumi, kuwi tahapan nggo luwih ngenal sing gawe urip…….” Begitulah penggalan pesan Bapak untukku. Tak banyak bicara namun setidaknya aku lebih dapat memahaminya.

“Bapak rewangi prihatin, poso, donga lan ngamal…..Bapak dongake kuwe kui dadi anak sing sholeh. Nak duwe gegayuhan lakokno lakune bapak, insyaAllah Gusti Pangeran ngekeki 1000 dalan. Dalan sing ra mbok nyono-nyono, gegayuhanmu ra mesti kemrungsung tok turuti…….” Kalimat bapak mencairkan kesedihan besarku. Aku tahu, penggalan kalimat itu bermakna lebih dari yang aku sendiri mampu resapi. Beliau sangat mendukung dengan kemandirian yangg kumiliki dan sepenuhnya meridhoi yang kupilih, namun bukan berarti dengan meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi luapan doa setiap orangtua untuk putrinya yang keras kepala. Lalu kusodorkan beberapa proposal kehidupan ke depan untuk di ACC dan ditandai sebagai suatu bentuk kesepahaman.

Kalimat bapak bagian termahal dari perjalanan hidupku. Lebih mahal dari gaji manapun dari pekerjaan apapun, karena rasa syukur adalah bagian termahal dari torehan kehidupan, dan sekuat apapun keinginan harus diimbangi dengan kebijaksanaan dan kesabaran.

Kata-kata Bapak adalah 1 dari 1000 jalan menuju apa yang memang sedang kuinginkan…..


[untuk Bapak utusan Kebijaksanaan Sang Kuasa, dan Ibu yang melahirkan putri yang keras kepala]

 
 

Hate of Love

20 Mei

I hate being in love. I hate feeling so happy when I meet you. Smiling shyly, awkwardly, with my heart beating so fast, cold hands, and cold sweat on my back. I hate being next to you, looking for a million sentences to make you laugh and smile.

I hate reading your messages in my inbox. I hate the way I need so much time to reply, erasing it over and over again, thinking about it word by word. I hate falling in love, all the details I say, write, and send to you becomes so important. I hate being in this position but I just can’t help it, can’t I?

I hate thinking about you before I sleep and feeling something move inside my heart, spreading all over my body, making me feel so anxious. I hate spending an entire night just thinking about you.

I hate imagining how your face looks like right now, how you smile, what you’re doing… I hate being so worried when I know you caught a cold…

I hate liking you. Because I’d have to look for small mistakes in you. Mistakes that I look for desperately because I’d hate to know that you could be perfect, you could be flawless, and that I might have fallen for you…

I hate being in love, especially to you. Because in this overwhelming feeling, behind the urge to be with you, my heart struggles and explodes slowly.

 
 

malam yang aneh…

04 Feb

Perasaanku berkecamuk, pikiranku saling beradu seolah sedang perang argumentasi antara otak kiri dengan otak kananku. Entah mengapa malam ini terasa aneh bagiku. Entah amalan apa hingga Tuhan memberiku banyak keberkahan dan keanehan di malam ini.
Bermula dari badan yang tidak begitu fit dan membolos kerja pulang jam 2an en tiduran di rumah sembari bermain mobile facebook (newbie_red), sorenya di sms mas imam gabung acara Reboan B2W di bunderan UGM. Dengan Sierra DX tercinta melenggang ke bunderan tak disangka di sana bertemu banyak teman chatting di YahooMessenger dan mengobrol ngalor ngidul hingga magrib tiba.
Magrib berlalu selanjutnya makan malam bersama teman lama di bollywood KOPMA UGM. Tak dinyanasangka waktu makan malam bersama ada si dia mister belalang tempur yang akir-akir ini datang di pikiranku. Entah sudah berapa lama tidak bertemu semenjak peristiwa yang tidak mengenakkan itu. Canggung serbasalah grogi campuraduk, namun sikap acuhku mengalahkan perasaanku. Semuanya beres, aman, lancar terkendali…………sekalipun dalam hati hancur berkepingkeping (hiperbolis_red).
Ba’da bollywood-an, lanjut ke suatu tempat dekat stasiun menjemput seseorang. Kali ini bertemu si dia yang beberapa waktu selalu datang dipikiran tanpa diundang. Dia tampak lebih kurus dan lebih lesu. Tampak gurat kelelahan dan beberapa pikiran di wajahnya. Namun di wajahnya jauh lebih terasa aura ketenangan. Glad to see you mister web….
Sesampai di rumah, entah ada hawa lain merasuk hingga ke sumsum tulang belakang. Kudengarkan MP3 Ar Rahman dan Yasiin sambil menyimak terjemahahannya sebagai penenang jiwa, dan tiba-tiba terdengar bunyi jam weeker menghiasi telinga kanan kiriku. Seolah ada malaikat membunyikannya untukku. Sangat dekat dan nyata. Bunyi weeker jam itu terasa enak dan nyaman namun mengganggu pikiran. Beberapa menit bunyi jam weeker itu begitu jelas terdengar di kamarku. Mengitariku dan sesekali terdengar seolah berada di ujung kamar. AKU TAK MENEMUKANNYA… Malam-malam begini mana ada yang bunyiin jam weeker. Entah telingaku waras atau endak..
Teringat surat yang beberapa waktu kubaca berbunyi :
“Dan apabila hamba-hambaKU bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah) bahwasanya AKU adalah dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-KU” (QS Al Baqoroh : 186)
Subhanallah….. baru aku menyadari semua yang terjadi padaku hari ini. Doa-doa yang kulantunkan terjawab semuanya dalam satu waktu dalam satu hari ini. Hingga Tuhan pun mengirim malaikatNYA dengan jam weeker itu sebagai pertanda, seperti Tuhan akan mengirim malaikat Isroil untuk meniup Sangkakala.
Semua terasa manis dibelakang, saat Tuhan memberikannya tepat pada waktunya. Akupun segera beranjak tidur sambil tersenyum untuk Tuhanku… Terima kasih Tuhan malam yang aneh ini memang terasa aneh sekali… :)